Hallo welcome back pengunjung blog
kami, minggu ini kami akan sedikit mengulas tentang teori pemrosesan informasi.
Apakah kalian sudah pernah mengasumsikan apa itu teori pemrosesan informasi dan
seberapa pentingnya teori tersebut dalam suatu proses pembelajaran? Nah tentu
kalian memiliki argument masing masing ya mengenai teori tersebut. Maka dari
itu saya akan sedikit menyinggung mengenai teori pemrosesan informasi ini. Yuk simak
penjelasan dibahah ini scrol- scrol selamat membaca ya.
Teori pemrosesan informasi didasari
atas anggapan bahwa pembelajaran merupakan salah satu
faktor yang sangat penting. Dimana dalam proses pembelajaran akan terjadi
adanya sebuah proses informasi kemudian diolah sehingga menciptakan suasana
yang terencana, dan suasana pembelajaran
yang mendukung. Teori pemrosesan informasi ini merupakan teori kognitif tentang
belajar yang menjelaskan pemrosesan,
penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang
memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat
memudahkan semua informasi diproses
dalam otak melalui beberapa indera. Teori kognitif lebih menekankan pada proses
belajar daripada hasil belajarnya. Proses belajar tidak hanya sekedar
melibatkan hubungan antara stimulus dan
respon melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta
pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori
belajar kognitif ini merupakan teori belajar umum yang dapat di terapkan dalam
materi apapun, termasuk juga dalam pembelajaran Kimia.
Teori belajar oleh Gagne (1988)
disebut dengan “Information Processing LearningTheory”. Teori ini merupakan
gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu
informasi. Karenanya teori belajar tadi disebut juga Information-Processing
Model oleh Lefrancois atau Model Pemrosesan Informasi. Menurut Gagne bahwa dalam
pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah
sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan
informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan
kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri
individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang
terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan
yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Asumsinya adalah
pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan
merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam
bentuk hasil belajar.. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan
informasi yang berupa kecakapan manusia (human capitalities) yang terdiri dari:
informasi verbal, keca- kapan intelektual, strategi kognitif, sikap, kecakapan
motorik. Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang
menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau
pengolahan informasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui proses
pembelajaran. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik.
Model ini berdasarkan teori belajar kognitif sehingga model tersebut berorientasi
pada kemampaun siswa mem- proses informasi dan sistem-sistem yang dapat
memperbaiki kemampuan tersebut. Pemrosesan informasi menunjuk kepada cara
mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan
masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan
simbol-simbol verbal dan non verbal. Model ini berkenaan dengan kemampuan
memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, sertaberkenaan dengan
kemampuan intelektual umum (general intellectual ability).
permasalahan:
- Telah dijelaskan bahwa Teori
pemrosesan informasi ini
menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat
diingat dalam waktu yang cukup lama, idea apa yang saudara lakukan agar
informasi yang diterima peserta didik dapat melekat diotak dalam kurun
waktu yang lama?
- Menurut tanggapan saudara
seberapa penting pemrosesan informasi bagi peserta didik?
- Strategi pembelajaran yang
bagaimana yang dapat diterapkan agar teori pemrosesan itu dapat berjalan
baik?
saya akan mencoba menjawab permasalah ke-1
BalasHapusjadi menurut saya agar siswa dapat menerima informasi yng kita sampaikan sebagai guru yaitu dalam sebaiknya apabila guru memberikan contoh sebaiknya contoh itu yng ada di sekitar lingkungan itu, kemudian siswa itu tahu denfan contoh tersebut atau contoh itu di analogikan dengan benda atau kehidupan sosial sehari2. .
contohnya memberi contoh senyawa: yaitu NaCl , merupakan garam dapur yng biasa di gunakan memasak,
atau pun dalam indikator asam basa dapt menggunakan kunyit, bunga sepatu dll. .
saya akan mencoba mengulas permasalahn anda nomor 2
BalasHapusmenurut saya pasti penting karena Pembelajaran merupakan faktor penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Model pemrosesan informasi dapat digambarkan sebagai kumpulan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis-garis. Kotak menggambarkan fungsi-fungsi atau keadaan sistem, sedangkan garis-garis menggambarkan transformasi yang terjadi dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Pemrosesan informasi akan terjadi melalui interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar atau model pembelajaran yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera yang sesuai dengan hakikat pembelajaran IPA khususnya biologi yang menekankan untuk pengamatan secara langsung.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3 yaitu Strategi pembelajaran yang bagaimana yang dapat diterapkan agar teori pemrosesan itu dapat berjalan baik?
BalasHapusStrategi Yang Membantu Siswa Dalam Belajar
a. Membuat Catatan
Strategi studi umum yang digunakan dalam membaca maupun dalam belajar dari pengajaran dikelas ialah membuat catatan. Pembuatan catatan dapat efektif untuk jenis bahan tertentu, karena hal itu dapat meminta pengolahan gagasan-gagasan utama dalam pikiran, karena seseorang mengambil keputusan tentang apa yang harus ditulis. Namun efek pembuatan catatan ditemukan tidak selalu konsisten. Efek positif paling mungkin diperoleh apabila pembuatan catatan digunakan untuk bahan konseptual yang rumit dimana tugas yang sangat penting ialah mengindentifikasi gagasan-gagasan utama. Juga, pembuatan catatan yang memerlukan pengolahan mental akan lebih efektif dari pada sekedar menuliskan apa yang dibaca. Misalnya Bretzing dan Khulhavymenemukan bahwa membuat catatan paraphrase (menyebutkan gagasan utama dengan kata-kata yang berbeda) dan membuat catatan sebagai persiapan untuk mengajarkan bahan tersebut kepada orang lain adalah strategi pembuatan catatan yang efektif, karena hal itu meminta tingkat pengolahan mental yang tinggi tentang informasi tersebut.
Salah satu sarana yang kelihatannya efektif untuk meningkatkan nilai pembuatan catatan siswa ialah agar guru menyediakan catatan sebagian sebelum pengajaran atau membaca, dengan memberi siswa kategori-kategori untuk mengarahkan pembuatan catatan mereka sendiri. Beberapa studi telah menemukan bahwa praktik ini meningkatkan pembelajaran siswa.
MenggarisBawahi
Barangkali strategi studi yang paling umum ialah menggarisbawahi atau memberi stabilo. Namun, riset tentang penggarisbawahan pada umumnya menemukan sedikit manfaat. Persoalannya ialah bahwa kebanyakan siswa tidak berhasil mengambil keputusan tentang bahan mana yang dianggap penting dan benar-benar menggarisbawahi terlalu banyak. Ketika siswa diminta menggarisbawahi satu kalimat dalam masing-masing paragraph yang merupakan yang terpenting, mereka malah mengingat lebih banyak, barangkali karena untuk memutuskan mana kalimat yang penting diperlukan tingkat pengolahan yang lebih tinggi.
Meringkas
Dalam meringkas diperlukan penulisan kalimat-kalimat singkat yang menggambarkan gagasan utama informasi yang sedang dibaca. Keefektifan strategi ini bergantung pada bagaimana hal itu digunakan. Salah satu cara yang efektif ialah meminta siswa menuliskan ringkasan satu kalimat setelah membaca masing-masing alenia. Cara lainnya ialah meminta siswa menyiapkan ringkasan yang dimaksudkan untuk membantu orang-orang lain mempelajari bahan tersebut-sebagian karena kegiatan ini memaksa orang yang meringkas untuk singkat dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa yang penting dan apa yang tidak. Namun, penting dicatat bahwa beberapa studi tidak menemukan efek ringkasan, dan dalam kondisi apa strategi ini meningkatkan pemahaman atau daya ingat tentang bahan yang ditulis tidak dipahami dengan baik.
Menulis untuk Belajar
Makin banyak himpunan bukti mendukung gagasan bahwa, dengan meminta siswa menjelaskan secara tertulis isi yang mereka pelajari, mereka akan tentu memahami dan mengingatnya. Misalnya meminta anak kelas enam dalam suatu pelajaran pengetahuan alam tentang keadaan zat menuliskan pemahaman mereka tentang konsep dalam beberapa unit tersebut. Kelompok yang menulis tersebut mengingat jauh lebih banyak hingga ujian. Studi ini dan yang lainnya menemukan bahwa tugas penulisan yang terfokus membantu anak-anak mempelajari isi yang sedang mereka tuliskan.
Membuat garis besar dan memetakan
Kelompok strategi studi terkait memerlukan siswa menggambarkan bahan yang dipelajari dalam bentuk kerangka. Strategi ini meliputi pembuatan garis besar, jejaring dan pemetaan.Garis besar menyajikan butir-butir utama bahan tersebut dalam format herarkis, dengan masing-masing penjelasan yang diorganisasikan dalam kategori yang lebih tinggi.