Langsung ke konten utama

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran


Hallo para pembaca setia
Postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang suatu prinsip dari multimedia pembelajaran
Berbicara mengenai prinsip tentu bukan hal yang pertama kali didengar oleh para segelintir orang. Lantas sesungguhnya apa itu prinsip?
Prinsip, dapat dipahami sebagai suatu kondisi yang harus ada atau dieksekusi. Dan mungkin atau tidak mungkin juga berarti aturan umum yang digunakan sebagai sebagai panduan (misalnya untuk perilaku dasar).Prinsip berfungsi sebagai dasar (pedoman) untuk bertindak, itu bisa sebagai acuan untuk proses dan juga sebagai pencapaian target.  Sama halnya dengan prinsip pada multimedia pembelajaran yang mengarah pada panduan bagaimana sebuah media tersebut dapat digunakan dengan sebaiknya dan memberikan sebuah manfaat yang banyak.

Media pembelajaran seringkali pula disebut dengan istilah yang lain, seperti bahan pengajaran (instructional material), komunikasi pandang-dengar (audio-visual communication), pendidikan alat peraga pandang (visual education), teknologi pendidikan (educational technology), alat peraga, dan media penjelas.  Didalam suatu media sebelum digunalan tentu harus mempertimbangkan  prinsip- prinsip yang sudah ada . Penggunaan Media juga harus paham akan suatu prinsip berikut:
1. Dalam  Penggunaan  suatu media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yanh akan  dicapai.  Artinya dalam menggunakan sebuah media dalam suatu pembelajaran kimia harus sesuai dengan tunuan pembelajaran agar suatu pembelajaran berjalan dengan baik.
3. Dalam  Penggunaan media  tentu harus  mempertimbangkan kecocokan antara media dengan materi pelajaran yang disajikan. Misalnya kita sedang belajar mengenai suatu materi tentang ikatan kimia maka media yang digunakan tentu harusberhubungan ikatan kimia tersebut
4. sebagai seorang pendidik maka harus paham dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti memreview  media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
5. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta didik.

Prinsip-prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukan bahwa peserta didik memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Sehingga dalam penyampaian pembelajaran menggunakan media pun beragam juga respond yang diterima peserta didik.  Menurut seorang ahli, ia menjelaskan terdapat 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran. Yang mana dari ke 12 prinsip tersebut nantinya akan dijadikan dasar/ panduan dalam menggunkan media pembelajaran.



1.      Prinsip Multimedia
Peserta didik akan belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Artinya bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial.
2.      Prinsip Kesinambungan Spasial
Peserta didik akan belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Artinya peserta didik lebih mudah memahami suatu media apabila dalam penempatanya antara gambar dan keterangan letaknya berdekatan sehingga tidak membuat peserta didik merasa bingung.
3.      Prinsip Kesinambungan Waktu
Peserta didik akan belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.
4.       Prinsip Koherensi
Peserta didik akan belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Artinya bahwa materi ekstra selalu bersaing memperebutkan sumber-sumber kognitif dalam memori kerja sehingga bisa mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting. Hal-hal ekstra juga bisa menganggu proses penataan materi dan bisa menggiring siswa untuk menata materi di atas landasan tema yang tidak sesuai.
5.      Prinsip Modalitas Belajar
Peserta didik akan belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Artinya bahwa jika gambar-gambar dan kata-kata sama-sama disajikan secara visual, maka saluran visual akan menderita kelebihan beban tapi saluran auditori tidak termanfaatkan. Jika kata-kata disajikan secara auditori, mereka bisa diproses dalam saluran auditor, sehingga saluran visual hanya memproses gambar.
6.      Prinsip Redudansi
Peserta didik akan belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). siswa akan lebih memperhatikan teks tercetak di layar daripada ke gambar yang berkaitan. Saat mata mereka fokus di kata-kata tercetak, siswa tidak bisa melihat ke gambar yang sedang dinarasikan. Juga, siswa berusaha membandingkan teks tercetak dengan narasi yang diucapkan sehingga membebani proses kognitif. Karena itulah, untuk gambar yang sedang dinarasikan, hendaknya tidak ditambahkan teks tercetak di layar.

7.      Prinsip Personalisasi
Peserta didik akan belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal.
8.       Prinsip Interaktivitas
Peserta didik akan belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).
9.      Prinsip Sinyal
Peserta didik akan belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.
10.  Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11.  Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar, kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12.  Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
Demikian prinsip-prinsip dari suatu media untuk pembelajaran maka sebelum kita menggunakan suatu media ada baiknya kita memperhatikan prinsip-prinsip dari media itu sendiri.


Permasalahan:
1. Apabila sebuah media pembelajaran dibuat tidak didasarkan atas tercapainya tujuan pembelajaran, bagaimana hasilnya? Jelaskan dengan singkat!
2. Menurut pandangan sauadara dari 12 prinsip multimedia untuk pembelajaran apakah ke 12 prinsip itu harus dijalankan? Jelaskan dengan singkat!
3. Bagaimana jika seorang pendidik menggunakan media pembelajaran tidak mempertimbangkan prinsip dari kecocokan suatu materi? Jelaskan dengan singkat!
4. Bagaimana penerapan prinsip Interaktivitas dalam suatu pembelajaran?jelaskan dengan singkat!

Komentar

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan pertama
    Berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah dapat dilihat apakah tujuan pembelajarannya sudah tercapai atau belum, berarti media yang dikembangkan harus berdasarkan tujuan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai dan siswa dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3. Menurut saya adalah Prinsip Interaktivitas

    Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

    BalasHapus
  3. saya akan membantu menjawab permasalahan nomor 4
    Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam pemilihan media dalam pembelajaran di kelas adalah interaktivitas. Seberapa besar kemungkinan siswa dapat berinteraksi dengan media pembelajaran? Makin interaktif media, makin bagus media pembelajaran itu karena lebih mendorong siswa untukterlibat aktif dalam belajar.. Misalnya, saat mengajar materi tentang operasi hitung bilangan bulat, contoh media dalam pembelajaran di SD yang dapat digunakan adalah video tentang bagaimana cara melakukan operasi hitung bilangan bulat atau guru dapat juga menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif pembelajaran mandiri tentang operasi hitung bilangan bulat. Bila siswa diberikan tontonan video, tentunya interaksi yang terjadi antara siswa dengan media pembelajaran hanya satu arah saja: dari media ke siswa. Sedangkan bila menggunakan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif yang dioperasikan pada sebuah komputer, maka interaksi siswa dengan media tentu lebih tinggi. Dalam hal ini, maka media yang paling cocok untuk dipilih adalah media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif.

    BalasHapus
  4. Izin menjawab permasalahan no.2
    Menurut saya demi terciptanya proses pembelajaran yang baik dan nyaman bagi siswa dan guru maka ke 12 prinsip multimedia ini wajib di terapkan

    BalasHapus

Posting Komentar