What
do you think about M E D I A?
Jadi,
disini saya akan sedikit mengulas mengenai media. Khususnya Media Pembelajaran
Kimia ya karena saya orang kimia jadi lebih berbau kimia ya.
Media
secara umum tidak hanya terdapat dalam kimia saja ya melainkan dalam berbagai
hal seseorang membutuhkan media.
Media
merupakan perantara yang dapat digunakan untuk menyampaikan suatu maksud .
suatu maksud disini memiliki artian dimana media sendiri dapat digunakan untuk
mempermudah penyampaian suatu materi dalam pembelajaran.
Media
ini juga memiliki beragam fungsi , terutama di dalam dunia pendidikan. Fungsi
media ini dapat mampu meningkatkan suatu pemahaman dan daya serap murid mengenai
materi pelajaran yang disampaikan. Dimana pada suatu media pembelajaran
memiliki fungsi
1. Dapat
membantu mempermudah kegiatan belajar bagi siswa/siswi serta dapat membantu
memudahkan
mengajar bagi guru.
2. Dapat
memberikan pengalaman lebih artinya dapat menilai langsung
3. Menarik
perhatian siswa lebih besar kegiatan pembelajaran dapat
berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
5.
Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar
Beberapa
manfaat media pembelajaran yang mungkin dapat dirasakan
1. Proses
suatu pembelajaran akan lebih mencuri perhatian siswa dan dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2. Materi
lebih jelas penyampaian maknanya dan dapat dipahami oleh siswa dan memungkinkan
siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.
3. Metode
pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar,
sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan,
melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
Media
pembelajara dapat berperan penting dalam
mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Peran suatu media pembelajaran sama pentingnya bagi seorang
guru maupun bagi peserta didik.
Sehingga dapat diambil
kesimpulan manfaat dari penggunaan media pembelajaran di dalam suatu proses
belajar yang dapat mengarahkan perhatian siswa dan dapat menimbulkan motivasi
untuk belajar dan materi yang diajarkan akan lebih jelas, dan dapat
meningkatkan prestasi suatu siswa.
Di
dalam media pembelajaran terdapat berbagai landasan diantaranya landasan
filosofis, landasan psikologis.
Landasan
filosofis media pembelajaran. Terdapat suatu pandangan, bahwa dengan
digunakannya bermacam-macam jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, maka
akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain,
penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi,
siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan,
baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian,
penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat
tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap
siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
Landasan
psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka
ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat
mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping
memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi
serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya
diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara
efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: dilakukan pemilihan media yang tepat
sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya,
bahan pembelajaran yang akan diajarkan
disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak
akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan
dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran,
ada beberapa pendapat.
Pertama,
Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya
menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic
representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu
menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga
berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
Kedua,
Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada
tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai
jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
Ketiga,
Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang
berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat
kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang
disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang
disajikan dengan simbol.
Salah
satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan
media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale (Dale’s Cone of
Experience).
Dalam
proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan
kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan
materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
Kerucut pengalaman Dale diatas mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman
belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar
langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman
belajar yang bersifat abstrak. Materi yang ingin disampaikan dan diinginkan
peserta didik dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru sebagai sumber
pesan menuangkan pesan-pesan dalam simbol-simbol tertentu (encoding) dan
peserta didik sebagai penerima menafsirkan simbol-simbol tersebut sehingga
dipahami sebagai pesan (decoding).
Permasalahan:
1. Apakah
dengan adanya penggunaan media akan selalu memberikan efek memotivasi semangat
belajar siswa? Jelaskan menurut pandangan saudara!
2. Menurut
pandangan saudara bagaimana peran media dalam memberikan pengalaman terhadap
siswa?
3. Jelaskan
menurut pandangan saudara, apakah pengunaan media memiliki dampak yang positif
terhadap perkembangan belajar siswa?
4. Apakah Media pembelajara dapat berperan penting dalam mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien? jelaskan dengan singkat!
4. Apakah Media pembelajara dapat berperan penting dalam mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien? jelaskan dengan singkat!

Baiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-1
BalasHapuspada dasarnya, seperti yang telah kita ketahui bahwasannya penggunaan media dalam pembelajaran bertujuan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat dengan mudah untuk menerima informasi yang disampaikan oleh pengajar, dengan kata lain dapat dikatakan bahwa media dapat meminimalisirkan kesalahpahaman siswa terhadap informasi yang akan disampaikan oleh pengajar.
nah, dalam hal ini penggunaan media dapat memotivasi semangat belajar siswa, hal ini dikaenakan jika seorang guru dapat membuat media dengan semenarik mungkin dan akan membuat siswa menjadi penasaran sehingga akan memunculkan rasa ingin tahu dari dalam diri siswa tersebut, dan akan membuat siswa akan termotivasi untuk belajar lebih lanjut. kita dapat mengambil contoh disini, misalnya seorang guru membuat media pembelajaran yang sederhana misalnya saja mengenai "kelarutan " guru mempraktekkan secara sederhana dengan melarutkan garam edalamair, maka garam akan larut, nah dalam hal ini siswa akan terpancing untuk bertanya dan akan menimbulkan rasa ingin tahu dari dalam diri siswa, mengapa garam dapat larut dalam air ? dan lain sebagainya. sehingga siswa dapat belajar dengan giat sampai ia mengetahui penyebab garam larut dala air, dan akan memotivasinya dalam proses pembelajaran. sekian :)
Saya akan menjawab pertanyaan no 3, menurut saya saudari uul , dalam menggunakan media tentu memiliki dampak positif bagi peserta didik, dengan adanya media akan memudahkan siswa memahami sebuah teori yang akan mengembangkan konsep peserta didik . Multimedia ini akan mempertajam ingatan siswa mwngenai konsep karena diaplikasikan dengan berbagai media dalam pelaksanaan pembelajarannya.
BalasHapusBaiklah saudara lu'luul saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan anda yang kedua yaitu bagaimana peran media dalam memberikan pengalaman terhadap siswa , jadi pada dasarnya dengan digunakannya media dalam proses pembelajaran akan memudahkan guru dan juga siswa dalam menjelaskan dan memahami suatu materi . Melalui penggunaan media, siswa dapat terlibat langsung dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya, penggunaan benda nyata akan memberikan pengalaman belajar (learning experiences) yang sesungguhnya kepada siswa. Siswa dapat menyentuh dan mengobservasi benda tersebut dan memperoleh informasi yang diperlukan.
BalasHapussaya akan memabantu menjawab permasalahan nomor 4
BalasHapusiya media sangat berperan penting dalam suatu pembelajaran karena dengan adanya suatu media maka pembelajaran akan lebih mudah disampaikan. contohnya penggunaan media proyektor yang ditampilkan akan membuat guru terbantu dan tentunya siswa lebih mudah memahmi suatu materi.